Minderwaardigheids Complexen

Teman ngeteh,

Adakah teman yang sudah mengetahui frasa “Minderwaardigheids Complexen”? Mungkin kebanyakan diantara teman sekalian baru saja mengetahui frasa ini, begitupun dengan saya. Saya sendiri mendapatkan frasa ini setelah saya membaca kumpulan pidato Bung Karno pada peringatan 17 Agustus 1955 yang berbunyi :

Sepuluh tahun telah kita Merdeka, tetapi masih ada saja orang-orang yang dihinggapi minderwaardigheids complexen terhadap orang asing, masih ada saja orang-orang yang lebih mengetahui dan mencintai kultur Eropa dari pada kultur Beograd. Sehatkanlah kehidupan polltik kita dengan jalan Pemilihan Umum itu. Engkau bisa, hei Rakyat, sebab engkaulah yang menjadi hakim. Bukan aku, bukan Bung Hatta, bukan Angkatan Perang, bukan Kabinet.

Kalimat itu, Bung Karno ucapkan tatkala melihat sebagian wajah (oknum) bangsa yang tampak minder dan mencla-mencle ketika berhadapan dengan orang asing. Sikap tersebut dapat dipahami karena pada dasarnya bangsa Indonesia seharusnya mengambil sikap sejajar dengan bangsa lain bukannya merasa inferior terhadap bangsa lain.

Postingan pendek ini ditulis untuk sekedar memberitahukan frasa ini bagi pengunjung kedai teh ini atau untuk didiskusikan.

Salam hangat.

Janganlah kita lupakan demi tujuan kita, bahwa para pemimpin berasal dari rakyat dan bukan berada di atas rakyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s