Ronggowarsito

Teman ngeteh, pernahkah mendengar nama Ronggowarsito?

Saya sendiri mengenal nama Ronggowarsito sejak kecil. Namun mulanya saya mengenalnya sebagai peramal karena orang-orang sering menyebut frasa “Ramalan Ronggowarsito”. Namun pandangan tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Ronggowarsito adalah pujangga yang mempunyai batin yang peka dalam melihat tanda-tanda zaman.

Ronggowarsito adalah nama gelar dari Bagus Burham, Putra Yasadipura I. Gelar tersebut didapat dari Kasunanan Surakarta yang telah mengangkat beliau menjadi pujangga istana dengan gelar lengkapnya Raden Ngabehi Ronggowarsito, yang terjadi pada masa pemerintahan Paku Buwana VII. Jika kita menilik pranala mengenai Ronggorarsito ini, kita akan bisa menjumpai keadaan sosial dan peristiwa yang terjadi masa itu. Suasana itulah yang kemudian menjadi sumber karya-karya Ronggowarsito yang dengan ketajaman mata batinnya, diungkapkan pula kecenderungan-kecenderungan yang bisa terjadi jika keadaan tersebut dibiarkan. Inilah yang orang sebut sebagai ramalan.

Ranggawarsita

Ronggowarsito juga menerbitkan karya-karya berisi nasihat dari yang paling halus (misal: Serat Kalatida), sampai yang paling kasar (misal: Serat Wicara Keras) yang ditujukan untuk mereka-mereka yang berbuat menyimpang pada jamannya. Namun, jika kita telaah mendalam, nasihat itupun juga mengena pada jaman sekarang. Karya yang lain ada yang berisi wirid, cerita sejarah, serta ajaran nilai-nilai hidup. Karya Ronggowarsito pantas untuk dijadikan bahan bacaan dan telaah saat-saat santai dan ngeteh bersama keluarga karena terjemahan bahasa Indonesianya mulai banyak dibuat oleh orang-orang yang peduli pada nilai-nilai luhur adat ketimuran mengingat sekarang banyak sekali arus paham dan nilai barat yang mulai merasuki generasi penerus bangsa.

Add to FacebookAdd to NewsvineAdd to DiggAdd to Del.icio.usAdd to StumbleuponAdd to RedditAdd to BlinklistAdd to TwitterAdd to TechnoratiAdd to Furl

3 thoughts on “Ronggowarsito

  1. Ade Bayu Post author

    @ edratna
    Ini pengenalan Ronggowarsito Bu, tadinya mau nulis Serat Kalatidanya, tapi kalau “ujug-ujug” bisa-bisa beberapa orang bingung.
    Kalau cerita perjalanan, pengennya juga ditulis Bu, untuk membagi pengalaman hal-hal baru. Tapi ya itu, kadang saya bingung mencari kata-katanya. Masih susah membuat cerita mengalir seperti Ibu.

    Reply
  2. narpen

    Samar2 pernah denger Ronggowarsito. Tapi samaaar banget de😀
    Mana serat kalatidanya?
    Penasaran juga, serat itu yang cem gimana. Hehehe..

    Ini sedang menyusun ulasan Serat Kalatidanya, masih membaca sumber-sumbernya agar komprehensif..hehehe. Nanti dikabari.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s