mari Ngeteh dulu…

Kedai Teh di dunia maya

Wawasan Kebangsaan kita

Teman ngeteh,

Pernahkah kawan mendengar kata “wawasan kebangsaan”? Teman-teman yang masih aktif di bangku saat jaman orde baru kemungkinan sering mendengar frasa ini. Namun, bagi kawan yang aktif di bangkunya pada jaman-jaman setelah reformasi, mungkin akan lebih jarang mendengar kata ini. Apakah wawasan kebangsaan itu? Seberapa pentingkah ini bagi kita?

Ingatkah teman-teman yang dahulu disuruh menghafalkan seperti ini, “Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologinya, serta cita-citanya yang diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan bangsa dan ketahanan bangsa.”? Saya rasa, kalimat ini sudah jarang di benak adik-adik kita. Semangat Pancasila yang dahulu kuat, kini perlahan-lahan memudar. Berapa banyak yang hafal lagu nasional? Siapa saja pahlawan-pahlawan Indonesia? Bagaimana sejarah bangsa ini? Saya rasa, teman-teman tahu apa jawabnya. Secara lebih luas, dapat kita lihat bahwa Demokrasi khas Indonesia mulai digantikan demokrasi ala Barat. Apakah ini disebabkan faktor luar? Mungkin. Tapi saya melihat faktor terbesar ada di dalam bangsa kita sendiri. Yakni berkurangnya wawasan kebangsaan tersebut tanpa disadari.

Sambil ngeteh, mari kita lihat sekeliling. Mungkin saat kita ngeteh di Mall, di kanan-kiri, banyak kita lihat bagaimana gaya pemuda-pemudi bangsa dewasa ini. Suatu gaya yang dinilai terkini dan modern. Padahal, kalau dipikir lebih mendalam, beberapa dari gaya tersebut terlihat menggelikan. Dan parahnya, orang-orang yang tetap memegang teguh budaya dan adat ketimuran dikatakan ketinggalan jaman, udik, ndeso, dsb. Serta kita dengar pula alasan-alasan semacam, “tiap orang punya hak dan kebebasan berekspresi, jadi wajar dan hak kita dong mau dandan seperti ini”. Kenapa kita tak bilang saja, “saya juga punya hak untuk tidak terganggu pandangan saya, jadi wajar dong jika saudara/saudari saya usir”. Inilah kesalahan sistem. Mulai banyak orang-orang yang egois, mengedepankan apa yang dikatakan HAM. Ini adalah konsep yang dewasa ini disalah artikan dan malah melanggar asas-asas bangsa kita yang tenggang rasa, hormat-menghormati, mengedepankan kepentingan umum, dan tidak mementingkan diri sendiri. Sungguh, ini adalah salah satu contoh kecil pudarnya wawasan kebangsaan kita yang dimulai dari pudarnya sifat dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Seringkah kawan melihat, dewasa ini remaja-remaja justru sangat suka kebarat-baratan? Menganggap luar negeri lebih bagus dari negara sendiri, dan bahkan parahnya malah menghina sesuatu di bangsa sendiri, apakah itu produk, gaya, sikap, dan budaya. Bahkan parahnya, sesuatu yang tradisional dikatakan sebagai kemunduran. Baiklah, beberapa hal, memang negara kita masih kalah, seperti dalam teknologi, tatanan bernegara, dan beberapa aspek lain yang sifatnya struktural dan dapat diukur secara kuantitatif. Namun menurut saya, alangkah bagusnya jika kita tetap menjadi manusia yang maju tanpa harus melupakan jati diri dan ciri khas sebagai bangsa Indonesia untuk kemudian memajukan bangsa ini. Saya melihat beberapa kawan yang dianugrahi rejeki lebih dari kawan yang lainnya lebih suka berbelanja di negara tetangga daripada di negara sendiri. Ini memang tidak salah, namun coba bayangkan secara makro apabila mayoritas orang kaya Indonesia seperti? apa yang terjadi pada perekonomian kita? Berbagai alasan pun saya lihat ada saja yang disampaikan dari golongan ini. Dan coba jika kawan perhatikan, disitu akan kita jumpai kalimat-kalimat yang menunjukkan wawasan kebangsaan yang kurang nampak di mereka.

Tak sadarkah bagi mereka, negara ini kaya namun kurang termanfaatkan secara optimal. Bisa kita lihat Qatar yang tandus bisa maju karena mengoptimalkan salah satu sumber kekayaan alamnya yakni minyak bumi. Dan Indonesia? Minyak Bumi punya, Batu Bara punya, Emas dan mineral lain banyak, Panas Bumi melimpah, Nuklir juga ada. Dan negara ini tidak butuh orang-orang yang rendah wawasan kebangsaannya, berpola konsumtif-egois, dan yang tidak bangga akan bangsa sendiri. Bangsa ini perlu menunjukkan eksistensinya secara proporsional sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Dan yang tidak kalah pentingnya, sudah tidak perlu lagi meributkan masalah perbedaan. Pemikiran sempit yang egois menandakan wawasan kebangsaan yang kurang. Semua harus mulai lebih bersatu dalam keberagaman untuk kemajuan negara kita ini. Bukankah pelangi itu indah karena berbeda warnanya?

Filed under: Teh Instan

Install Edubuntu 8.10 tanpa CD

Menginstall Ubuntu tanpa memakai CD Addon-nya ternyata dapat dilakukan dengan beberapa cara. Saya mengambil yang paling mudah, yakni dengan menyalin isi CD ke flashdisk memakai PC lain ke dalam laptop tanpa CD-ROM drive. Lalu klik edubuntu packagenya. Saya kurang paham apakah cara ini aman. Namun sampai saat ini aman dan sedang saya update malalui repository kambing.vlsm.org.

Filed under: Teh Canggih

Install Ubuntu via USB

Rekan ngeteh…

Barangkali tema ini sudah ketinggalan jaman. Namun saya baru tahu dan mengalaminya.

Pada saat saya libur dan pulang kampung. Kakak minta tolong menginstallkan Ubuntu 8.10 di laptopnya. Setelah saya lihat, laptopnya tidak punya CD Drive, dan juga kami tidak punya external HD.  Meminjampun tidak memungkinkan. Maklum, rumah saya di kampung.

Pertama, secara naluri, yang saya lakukan adalah dengan memasang CD-ROM biasa saya memakai kabel paralel-ke-USB dan memberinya power sebagai alternatif CD-ROM external. Hal ini gagal karena rangkaian itu tidak terdeteksi sebagai sebuah CD-ROM.

Kemudian, saya periksa BIOSnya. Heran saya.. BIOSnya tidak dapat menyimpan perubahan yang telah dilakukan. Urutan booting-pun tidak bisa diubah. Sehingga, hal ini membawa saya pada kesimpulan bahwa boot awal harus dilakukan di Hardisk.

Lalu, sayapun berusaha menginstall ubuntu lewat hardisk, tanpa CD-ROM, tanpa Floppy, namun bukan menginstall di VM-Ware atapun memakai Wubi. Berbagai dokumen saya buka dan beberapa forum saya kunjungi. Namun hasilnya nihil. Maklum, sudah lama saya tidak mengoprek.

Kemudian, saya menjumpai solusi lain yang ternyata mudah, berbeda dari yang saya kira sebelumnya.  Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Persiapkan ISO Ubuntu yang diinginkan
  2. Jadikan USB Anda bootable dari petunjuk artikel berikut.
  3. Unduh file initrd.gz dan vmlinuz serta letakkan di USB tersebut. Untuk x86, Anda bisa mendapatkannya di sini. Sedangkan untuk amd64, Anda bisa mendapatkan di sini.
  4. Unduh Grub4DOS dari situs berikut ini. Dengan software ini, kita bisa membuat bootloader untuk nantinya dapat booting dari USB tanpa harus mengubah BIOS (karena dalam kasus ini, BIOS kakak saya tidak bisa diubah)
  5. Dari Grub4DOS tersebut, copy-kan file grldr ke drive C: (dengan asumsi, Windows Anda di C)
  6. Pada file boot.ini, tambahkan baris C:\GRLDR=”Mulai GRUB bla bla bla” (bisa berimprovisasi sendiri)
  7. Reboot
  8. Setelah mendapatkan prompt Grub ( grub> ) ketikkan perintah berikut ini (asumsi flashdisk Anda ada di hd1,0):
  9. root (hd1,0)
    kernel (hd1,0)/vmlinuz
    initrd (hd1,0)/initrd.gz
    boot
  10. Kini Anda bisa menginstall Ubuntu dari Flashdisk dengan lancar lebih cepat dari CD-ROM dan selamat menikmati Intrepid Ibex Anda.

Pesan moral dari kejadian ini dari saya adalah:

  1. Selalu ada jalan bagi setiap masalah
  2. Solusi-solusi parsial adalah penting untuk kemudian dapat menjadikan suatu solusi total
  3. Kesabaran adalah penting (teringat sebelumnya saya nyaris putus asa dan adik saya menyemangati dengan mengusulkan membeli nasi goreng dulu)

Demikian… Tapi sebentar.. ini belum selesai.. Kakak saya meminta menjadikannya sebagai Edubuntu (soalnya dia guru SD dan saya lusa udah berangkat).

Saat menulis ini, saya sedang melakukan pengumpulan informasi untuk melakukan itu. Maklum, sudah lama saya tidak mengoprek.

Filed under: Teh Canggih

Engineer of the family

Tak semua dari kita adalah tukang insinyur (bahasa si Doel). Ada yang menjadi guru, pengacara, pedanang, polisi, dan sebagainya. Namun kadang kala, salah satu kita adalah tukang insinyur bagi keluarganya, terlepas dari apapun profesi dan latar belakang pengetahuan dasar kita.

Mungkin Anda adalah salah satu dari anggota keluarga yang selalu dimintai tolong apabila ada adik, kakak, atau sodara lain yang laptopnya kena virus, PC sakit,  alat elektroniknya rusak, listrik terganggu, atau hal-hal elektronik lain. Mungkin juga Anda adalah yang pertama bertindak saat ada genteng bocor, perabot rusak, atau hal-hal sipil dan pertukangan lain. Atau bagi Anda yang hobi memasak, bisa jadi Andalah yang berada di garis terdepan saat ada tugas di bidang tata boga.

Ini menunjukkan secara tidak langsung diri kita adalah seorang tukang insinyur bagi keluarga sendiri. Tugas itu kadang menyenangkan, kadang berat. Namun, tentu saja hal itu harus dijalani dengan ikhlas sebab hal itu menunjukkan mereka percaya kepada kita. Janganlah mengeluh karena sebagian waktu kita adalah milik orang lain.

Filed under: Teh Instan

Sekilas Info

Ini adalah blog yang berisi obrolan ringan yang biasa kita bicarakan sambil ngeteh. Apapun dibahas di sini secara ringan dan santai.
Add to Technorati Favorites

Halaman Tetap

Ngeteh juga ada di:

Komunitas


Ikatan Alumni ITB
Ikatan Alumni ITB
Keluarga Mahasiswa ITB
Amateur Radio Club ITB
Himpunan Mahasiswa Elektroteknik ITB
blogger Nganjuk
digg.com

rumahblogger.com, rumahnya blogger indonesia!
digg.com
Other Language Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Peracik Teh

Ade Bayu

Ucapan dari Peracik Teh

Waktu Ngeteh

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Yang berkunjung:

  • 2,772 hits

Ngeteh dalam pandangan

Interior suatu Gedung di Downtown Ft. Worth.

Dari sudut langit L.A.

Kita mesti melihat ke bawah.

Jalanan yang cukup rapi

Bahaya lantai ke 40

Miring

Nonton sapi harus bayar

Kafe siang hari

Pusatnya koboi

Di ujung jalan

More Photos